Reinald mulai menikmati mi rebus spesial bumbu racikan sendiri Andhini. Rasanya memang sungguh luar biasa. Sepanjang acara makan, Reinald tidak henti-hentinya memuji masakan Andhini. Pasangan yang sudah tidak muda lagi itu seolah menemukan kembali kebahagiaan dan romantisme hidup mereka. “Kamu mau?” tanya Reinald seraya menyodorkan sesendok ke arah mulut Andhini. Andhini menggeleng, “Kamu saja, Mas. Aku sudah kenyang.” “Kenapa? Jangan-jangan dalam mi ini kamu kasih racun ya? Atau kamu masukin pelet cinta?” canda Reinald. Andhini terkekeh ringan, “Kalau ada racunnya, otomatis aku yang mati duluan, Mas. Karena sebelum aku hidangkan, aku cicipi dulu’kan? Tapi kalau pelet cinta sih? Aku meragukannya,” canda Andhini. “Aduh, pantas saja aku semaki tergila-gila menatap wajah kamu setelah men

