Mobil yang dikendarai oleh Andre sudah berhenti di depan rumah Alesha. Pagar rumah itu tertutup rapat dan penuh dengan penjagaan. Andre mencoba menekan bel lalu seorang pria berperawakan tinggi besar menghampirinya. “Siapa?” tanyanya dengan suara berat. “Maaf, saya ini temannya Alesha. Saya dan Alesha sudah janji mau jalan sore ini. Mau ajakin Alesha makan malam juga. Apa Aleshanya sudah siap?” tanya Andre, ramah. Pemuda itu tidak ingin membuat masalah dengan siapa pun, apa lagi pekerja di rumah Alesha. “Tunggu di sini!!” ucap sang pria tegas. Andre hanya bisa mengangguk seraya berdiri di balik pagar besi yang tertutup sempurna. Bahkan dari luar, Andre tidak bisa melihat apa-apa ke bagian dalam. Di dalam rumah, sang pria bertubuh kekar datang menghampiri ke dua rekannya yang bertigas

