Bab 3. Keinginan Kayrav

1035 Kata
"Tidak apa-apa, saya hanya melihat Anda banyak minum dan siapa tahu hal itu membuat tidak enak badan atau pusing, tapi saya senang Pak Kay baik-baik saja, bahkan bisa bangun sepagi ini." Terlukis senyum bahagia dari bibir Kay. "Ini karena kemarin malam tidurku sangat nyenyak." Kay teringat lagi malam panasnya dengan Nadia Gizel tidak menyerah, dia ingin terus mendekati Kayrav dan ingin tahu tentang keadaan Kay setelah meminum obat perangsang yang dia berikan waktu itu. Gizel yakin jika dia sudah memasukkan obat itu pada minuman Kayrav dan tidak mungkin jika obat itu tidak bereaksi pada Kay. "Pak Kay, apa boleh jika kita hanya berdua memanggil dengan nama saja karena kalau memanggil dengan sebutan Pak, kedengarannya sedikit aneh," ucap Gizel dengan nada lembut. Kayrav tampak melihat datar. "Terserah kamu saja," jawab Kayrav santai. "Terima kasih, Kay." Wajah Gizel terlihat berseri. Kay kembali mengangkat kepalanya ke atas merasakan cahaya sinar matahari yang hangat siang itu. "Kay, besok kita sudah kembali, apa kamu mau kita menghabiskan waktu bersama malam ini?" Tangan Gizel tiba-tiba memegang pinggang Kayrav yang berada di bawah air. Kayrav menoleh dan memandang Gizel dengan tatapan yang tidak biasa. "Maksud kamu?" "Aku tahu siapa kamu, Kay. Aku juga tahu kamu sudah sering bersenang-senang dengan banyak wanita." Kayrav malah tertawa miring. "Baiklah, nanti malam di kamarku," ucap Kayrav sambil berjalan menuju tepi kolam dan dia keluar dari sana. Gizel yang melihatnya tampak bahagia. "Aku tahu kamu tidak akan bisa menolakku, Kayrav. Tidak ada satupun pria yang dapat menolak Gizel Natasha." Wanita itu tersenyum miring. Sekarang Gizel harus memikirkan bagaimana membuat Kayrav bisa dia takhlukkan karena Gizel menginginkan pria itu menjadi miliknya. Dia sudah tidak tertarik dengan kakak angkatnya—Razel yang adalah suami dari Nadia. Gizel ingin Kayrav yang adalah pria sempurna baginya. Oleh karena, itu dia setuju saat Razel mengajaknya kerja sama dengan perusahaan Kayrav . Nadia melihat Razel yang bersandar di depan pintu kamar mereka, dia membantu Razel untuk berdiri. "Razel, kamu dari mana saja?" Nadia membawa suaminya masuk ke dalam kamar. "Kepalaku pusing sekali, Nad. Aku mau berbaring saja." Nadia membawa Razel berbaring. "Kamu kenapa semalam tidak pulang?" tanya Nadia penasaran. "Aku terlalu banyak minum dan tidak sadar tertidur di tempat lain, mungkin di dekat bangku kolam renang dan saat sadar aku baru berjalan ke sini." Razel berbohong lagi pada istrinya. Nadia mengatur kepala suaminya, dan dia sadar mencium parfum seseorang pada sprei kamarnya. "Ini bau parfum Kay," ucapnya lirih. Nadia segera menarik sprei putih dan selimut yang semalam dia gunakan untuk bercinta dengan Kayrav secara tidak sadar. "Nad, apa bisa kamu biarkan aku tidur sejenak. Kamu kalau belum makan siang, kamu bisa makan sendiri di restoran." Razel yang masih sangat pusing tidak mencurigai gerak gerik istrinya. "Iya." Nadia mencoba melepaskan sepatu suaminya dan membenarkan posisi tubuh Razel. Nadia segera membawa seprei dan selimut itu keluar dari dalam kamar hotel setelah memastikan suaminya tidur. Nadia turun ke lantai bawah untuk memberikan sprei dan selimut agar nanti diganti dengan yang baru. Setelah itu dia pergi ke restoran. Nadia duduk termenung sendirian dengan makanan yang ada di depannya yang belum dia sentuh sama sekali. Nadia tampak memikirkan tentang kejadian dia dengan Kayrav. "Aku berharap berbulan madu dengan indah bersamam Razel, tapi kenapa berubah seperti ini?" Dia berdialog sendiri dengan lirih. Tidak lama dia melihat pria yang dari tadi dia pikirkan berjalan menuju ke arahnya. Nadia segera beranjak dari tempatnya dan berjalan pergi dari sana. "Nad," panggil Kay yang sekarang malah mengambil langkah besarnya mengejar Nadia. Nadia tidak memperdulikan panggilan Kayrav, dia malah ingin sekali menghindar dari pria itu. Namun, langkah Kay yang lebih lebar dari Nadia, berhasil menahan tangan wanita itu dan menariknya ke sebuah lorong yang sepi dan dia mengunci Nadia pada dinding di sana. Kedua mata mereka saling mengunci satu sama lain. Kayrav meletakkan Nadia dalam tawanan lengan kekarnya. Entah kenapa setelah malam itu, Kayrav seolah terikat kuat dengan Nadia, bukan hanya dia memang masih mencintai Nadia, tapi ada hal lain yang membuat Kayrav kali ini tidak akan melepaskan wanita itu meskipun dia akan dicap perebut istri orang. "Aku tadi memanggil kamu, kenapa kamu tidak berhenti?" "Aku tidak mendengarnya," ucap Nadia singkat. "Kamu bohong, Nadia. Kamu mendengarnya, tapi kamu tidak mau peduli. Kenapa? Kamu mau menghindariku?" "Kay, sudah aku katakan sama kamu. Kita lupakan semua yang pernah terjadi dengan kita berdua, baik itu masa lalu atau masa sekarang. Aku ingin hidup bahagia dengan Razel, aku dan Razel ke sini karena aku ingin berbulan madu dengan, dan semoga setelah hal ini, aku dan Razel akan memiliki seorang anak. Aku ingin berumah tangga normal seperti orang-orang pada umumnya. Jadi, tolong menjauhlah dariku dan lupakan semuanya." "Tidak semudah itu, Nad, apalagi setelah malam itu." Tatap Kayrav serius. "Mudah, Kay! Kamu pasti bisa melupakan semuanya dan aku mohon sekali lagi sama kamu. Jangan ganggu rumah tanggaku dengan Razel." "Aku bukan pengganggu rumah tangga kamu dan Razel. Razel sendiri yang sudah merusaknya dengan berselingkuh. Dia berselingkuh dengan adik angkatnya sendiri, yaitu Gizel selama ini dan kamu saja yang tidak tau akan hal itu." "Cukup, Kay!" "Malam ini aku akan mendapatkan bukti itu dari mulut Gizel sendiri dan setelah kamu tau hal itu, kamu harus bersamaku selamanya. Kamu akan aku jadikan milikku." Kayrav memandang Nadia dengan serius. "Apa maksud kamu, Kay?" "Aku akan makan malam di kamarku dengan Gizel, dia mencoba merayuku dengan mengatakan ingin menghabiskan malam terakhir kami berada di sini sebelum besok kami pulang, dan kamu malah memilih masih dengan si bodoh Razel di sini. Memikirkan kamu dengan Razel masih ingin di sini saja sudah membuat aku muak! Nadia, aku mohon ikutlah pulang denganku besok." "Kay, aku di sini dengan suamiku." "Aku tidak tahan memikirkan kamu dan Razel berdua di sini. Kamu jangan mau diperdaya oleh suami tidak tahu diri kamu itu, Nad!" "Jaga bicara kamu, Kay! Aku sudah peringatkan kamu jangan mengatakan hal buruk tentang Razel." Tangan Nadia mendorong tubuh Kayrav dengan kekuatannya, tapi Kay yang malah emosi segara mencium Nadia dengan paksa. Kayrav menahan tangan Nadia yang ingin mendorong dadanya agar menjauh, tapi sia-sia karena ciuman Kayrav begitu kuat. "Sorry," Tiba-tiba ada seseorang yang tidak sengaja melihat saat Kayrav mencium Nadia. Nadia tentu saja sangat terkejut. Tangannya langsung reflek mendorong tubuh Kayrav sampai menjauh beberapa langkah. Nafas Nadia naik turun melihat ke arah orang yang memergoki mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN