Bianca berdiri di depan kantor barunya. Ini adalah harapan baru untuknya. Bianca harus bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Perlahan, Bianca menghembuskan nafas, membulatkan tekad. “Aku harus bisa melakukan yang terbaik. Demi Cia!” gumam Bianca menyemangati dirinya sendiri. Ya, sekarang sudah ada Cia yang menjadi pecut semangat bagi dirinya. Bianca tidak akan menyerah meski jalan hidupnya memang tidak mudah. Bianca melangkah yakin, masuk ke dalam kantor. Berusaha keras menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang cukup sibuk meski ini adalah hari pertamanya masuk kerja. Tapi sesibuk apapun, rasa kantuk tetap menyerang, apalagi di waktu siang seperti ini. Bianca baru bisa bernafas lega saat waktu sudah menunjukkan jam 5 sore. Sebentar lagi waktunya pulang. Bianca sudah merindukan Cia. Ingin

