“Sepertinya aku harus membangunkanmu dengan sebuah tamparan agar kamu tidak perlu lagi membual seperti tadi!” sinis Bianca. “Well! Aku tidak menyangka kalau calon istriku bisa sekejam ini! Bagaimana bisa kamu ingin menampar calon suamimu sendiri?” balas Liam tidak peduli meski Bianca tampak kesal karena kehadirannya yang tidak diundang dan yang pasti kesal karena ucapan Liam yang seenak perutnya saja. “Tutup mulutmu, Breng-sek!” umpat Bianca kalap. “Stt! Jangan berisik! Dimana Cia? Aku ingin bertemu dengan putriku!” Bianca berdecak takjub, tidak percaya kalau Liam begitu tidak tau malu. Bagaimana bisa pria itu berkata dengan santainya ingin bertemu dengan Cia, putrinya? Atas dasar apa Liam mengklaim Cia sebagai putrinya? Hanya karena gen yang diturunkannya kah? Tidak adil! Bianca tida

