Meggie menatap mata Bram dengan mata berair. Ia tidak tahu mengapa harus tertawa. Mana mungkin Marlene sebodoh itu meminta sesuatu tanpa ia tahu kebenarannya. “Aku minta maaf. Kalau boleh aku tahu apa yang dilakukan Marlene setelah ia mengetahui yang dia miliki adalah zonk?” “Tuntutan baru. Tapi sayangnya dia sudah tidak memiliki apa pun yang membuat diriku berpaling padanya. Semuanya sudah berakhir setelah aku mengetahui tujuannya yang sebenarnya.” “Jadi, kapan kalian bercerai?” “Cukup lama. Aku menikah muda tepatnya saat usiaku baru 23 tahun dan Marlene 20 tahun. Perkawinan kami hanya bertahan selama setahun kurang.” “Dan sejak itu pula kau dikenal dengan nama penghancur hati wanita. Apakah benar?” tanya Meggie pelan. “Kesuksesan menghasilkan kesepian.

