Meggie memandang Bram marah. Semua gairah yang sempat ia rasakan hilang dengan cepat saat ia melihatnya secara terbuka dan jelas. “Aku tidak tahu mana yang benar atau salah yang berkaitan denganmu Bram. Waktu kita berada di kapal kau mengatakan bahwa kau tidak akan membiarkan seorang wanita menjebakmu untuk terlibat dalam perkawinan apalagi secara tiba-tiba tidak ada kompromi soal anak yang lahir bila kau tidak menginginkannya. Yang tidak kau duga adalah aku sangat berterima kasih dengan ucapanmu itu.” “Apa yang kau katakan. Aku tidak mengira kau sangat pandai merangkai cerita Meg,” katanya setelah menghela napas. “Aku tidak merangkai kata untuk membuat cerita Bram. Kau…kau tiba-tiba berubah dan bersikap dingin padaku saat kita tiba di Paris. Tidak ada penjelasan apa pu

