Mata Meggie tertuju pada Tietha yang menatapnya khawatir. “Meggie aku yakin kau tahu bahwa kolom gossip selalu seperti itu. Mereka selalu menghubungkan atau membuat cerita yang berakhir dengan hubungan intim dan….” “Tidak,” Meggie memotong ucapan Tietha. “Justru karena hal tersebut sangat jelas tertulis. Aku mengenal Liana dan bagaimana ia bekerja. Oh…aku yakin si tukang ikut campur yang kembali membuat ulah.” Wajah Meggie memperlihatkan kemarahan dan berusaha mencari sasaran untuk melampiaskan kemarahannya tersebut. Tietha menatapnya ngeri. “Meggie aku minta maaf. Seharusnya aku tidak mengatakan padamu,” ucap Tietha menyesal. “Aku juga minta maaf Tietha. Aku berharap kau tidak mengatakan pada siapa pun bahwa aku sudah mengetahuinya. Oke!” Meggie memang t

