Dengan satu lengannya Bram memegang erat pinggang Meggie sementara tangannya yang lain mengusap rambut wanita itu yang sudah berantakan. Ia melihat Meggie mengangkat kepalanya lalu menatap kedalaman mata Bram. Bram mencoba tidak memperdulikan reaksi yang timbul pada bagian bawah tubuhnya ketika tanpa sadar Meggie mendorong pinggulnya dan tepat berada di atas tubuhnya yang langsung bereaksi. Bram tidak dapat menduga apa yang akan dilakukan oleh Meggie, oleh wanita yang selama ini selalu bisa menghindari setiap kemesraan yang ia tawarkan. “Mengapa kau melakukannya?” tanya Meggie mengeluh. Bram memandangi Meggie dengan tajam kemudia ia mengusap dengan lembut saat melihat keringat yang berada di kening wanita itu. “Sebelumnya aku perlu mengungkapkan bahwa aku tidak mengata

