Melihat sikap Meggie yang begitu sabar menunggu membuat Bram kembali melanjutkan penjelasannya. “Semuanya berubah dengan cepat setelah kau kembali ke Jakarta. Aku semakin tidak bisa melepaskan diri dari pesonamu. Seperti yang aku katakan sebelumnya, serangan dirimu sebagai wanita yang peduli dan tidak mementingkan diri sendiri membuatku tidak berdaya. Aku harus bisa membawamu kembali bersamaku. Dan aku memerlukan alasan agar kau bisa menemuiku. Aku tahu kau tidak akan datang kalau tidak urusan kerja.” “Bukankah yang kau lakukan sangat keterlaluan? Terutama dengan memberi pekerjaan kemarin itu?” sahut Meggie jengkel. “Aku tahu dan aku minta maaf karenanya. Aku harus menguji dirimu terlebih dahulu apakah kau akan tergoda pada pria yang lebih muda, berotot dan memiliki waj

