Teriakan kemarahan Meggie hanya dijawab dengan suara tawa Bram. Pria itu bersandar di kursinya dengan mata tertuju pada wajah Meggie yang merah karena marah. Kemudia ia bangkit dari duduknya dan memegang tangan Meggie. “Kau pikir aku akan menyerahkan foto-foto tersebut karena wajah sedihmu dan juga kemarahanmu? Tidak Meggie, aku tidak akan memberikan padamu,” jawabnya. Mendengar ucapan Bram, Meggie mendorong tubuh Bram. “Aku tidak tahu apa yang terjadi dan menjadi alasanmu. Sebaiknya kau harus mengingatnya bahwa aku akan terus mencari semua alasan yang kau sembunyikan dariku,” teriaknya marah. “Damm…satu-satunya yang aku inginkan adalah diperlakukan sebagai manusia yang terdiri dari darah dan daging dan juga emosi bukan setumpuk fakta yang sudah kau kumpulkan itu,” balas

