Pertarungan belum selesai

1203 Kata

    Suara tawa Meggie terdengar jelas sekali dipenuhi euporia hingga terdengar keluar ruang kerja Deddi di kantor Cahaya Magazine, tetapi Deddi sama sekali tidak tertawa, Ia justru terlihat begitu serius sama sekali tidak senang mendengarnya.     “Apakah semua ini menurutmu lelucon, Meg?”     Melihat cara Deddi bertanya dengan wajah yang benar-benar tanpa senyum membuat Meggie semakin tidak mampu mengendalikan tawanya hingga Deddi terpaksa mendengar tawanya. Baru setelah Meggie bisa mengendalikan tawanya ia kembali bertanya.     “Jadi…apa kau mau mengatakannya?”     Dengan susah payah Meggie menahan tawanya lalu ia mengusap matanya dengan selembar tisu setelah itu berusaha untuk menjawab pertanyaan pria yang duduk di depannya dengan tampang serius.     “Bukan. Yang harusnya berada di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN