Hari itu berlangsung dengan melelahkan. Selama seharian ia mendampingi Mayang dan Arimbi mengunjungi tempat-tempat yang belum sempat mereka datangi sebelum kembali ke Semarang. Hari yang begitu melelahkan karena tanpa Meggie ketahui atau ia tidak terlalu mengingatnya bahwa pada sore hari ini ia juga harus mengantarkan mereka ke bandara karena mereka sudah harus kembali. “Kakak serius tidak ingat kami pulang hari ini?” tanya Arimbi heran. “Kenapa kakak tidak gantian saja ikut kami. Mayang lihat kakak terlalu banyak bekerja,” sambung Mayang membuat Meggie malu. “Kakak akan berkunjung bila pekerjaan kakak bisa di tinggal,” jawab Meggie bersalah. “Aku belum pernah melakukan pekerjaan yang mengikat. Aku hanya berharap kakak bisa mengatur waktu dan menjaga kesehatan,” kat

