"Ara!" Seseorang memanggil namanya. Suara yang dikenalinya. "Maaf ya terlambat!" "Lagi-lagi buang-buang uang beli bunga! Sssh!" Wanita itu mencibir melihat apa yang dibawa oleh pria yang kini mendatanginya dan menyodorkan satu buket bunga kepadanya. "Hehehe. Mana ada yang kayak gini buang-buang uang? Banyak wanita yang menyukainya kok, Ra!" "Ish, tapi buatku beli bunga begini ya buang-buang uang!" Mutia masih belum mengambil bunganya dan masih protes pada seseorang yang kini dicibirnya. "Eheheh, Jangan berpikir macam-macam! Terimalah saja dulu. Dan selamat untukmu, ya! Akhirnya, hari yang dinantikan!" "Lebay!" saat pria di hadapannya ingin mengutarakan semua rasa itu, wajahnya langsung bersungut saat celetukan tadi didengar oleh telinganya. "Biarlah, ambil bunganya!" pria it

