"Nah kan kamu mulai kebawa suasana lagi. Mama bilang yang itu nggak usah diingat-ingat!" Wanita yang bersamanya memang tidak mau kalau mereka membahas masalah perasaan ini terlalu dalam. Dia mencoba menenangkan gadis yang masih ingin dipeluknya itu. "Tapi kalau memang tanpa bantuan Mama dan Papa malam itu aku--" "Stttt, semuanya udah digariskan sama Tuhan, Sayang. Apapun yang terjadi saat itu ya terjadi. Dan itulah hidup. Jadi jangan berpikir lagi kalau semua ini karena Mama. Bukan. Tapi karena Tuhan yang mempertemukan kita, Sayang." Wanita itu memang sangat baik, ramah dan memang tidak memiliki intrik apapun yang buruk pada Ara. "Tapi aku memang nggak pernah bisa lupain malam itu Mama. Saat di mana Mama dan Papa lewat dan kalian melihatku. Mungkin seperti hantu. Lalu kalian menolongk

