"Lepaskan akuuuuuu!" Masih terngiang di dalam banyaknya bagaimana dia berteriak kala itu. Suaranya cukup kencang tapi memang tidak berhasil menarik perhatian siapapun yang berada di sekitarnya. Mobil itu melaju cepat dengan kaca yang terlihat gelap dari luar. Ditambah lagi ada gorden yang membuat pengendara lain tidak akan pernah memperhatikan apa yang terjadi di dalamnya. Mau menarik perhatian mereka bagaimana? Tangannya saja sudah terikat dan kini mulutnya yang tadi berteriak baru saja ditutup oleh selotip. "Hmmmmm." Teriakan itu tidak bisa keluar lagi. Tubuhnya menggeliat pun percuma. Tak ada guna. "Kau tidak akan menang. Percuma. Kau tidak akan bisa melakukan apapun dan suamimu meski dia sekarang sudah memiliki uang dari hasil warisannya itu tetap saja hanya seorang yang cacat da

