"Halo. Maaf ya aku datangnya terlambat!" Seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu tersenyum dengan rasa bersalah yang besar di wajahnya sambil menunjukkan ke arah jam tangannya juga. "Aku harusnya sampai lebih cepat. Tapi tadi banyak sekali yang harus aku selesaikan. Aku juga tidak menyangka kalau pekerjaanku sebanyak itu di sini. Kupikir, aku bisa menemanimu di sini, taunya tidak. Kamu mau memaafkanku kan?" Pria itu berjalan mendekat sambil mengulurkan sesuatu juga. "Ini sebagai lambang permintaan maafku karena aku terlambat. Apa bisa diterima?" "Ya ampun. Ngapain juga pakai bawa itu?" "Ya ...." Pria itu tidak langsung menjawab tapi sudah melebarkan senyum di bibirnya lebih dulu. Senyum yang tampak manis menghiasi wajahnya dan memang membuat gemas orang yang menatapnya j

