"Raffi, come on!" Meski sakit terasa di wajahnya, tapi pria itu mencoba untuk menahannya dan kembali memindai Raffi yang kini ada di hadapannya dengan wajah yang terlihat marah dan emosi. "Pergi!" "Raffi, tapi yang ku-" "AKU BILANG JANGAN COBA-COBA MENGATAKAN ITU LAGI!" Raffi sudah terlanjur kesal. Dia tak tahan. Dia juga sudah berjalan menjauhi Jefri yang masih berdiri di dekat jendela besar ruang kerjanya. "Raffi. Aku mengatakan itu bukan karena aku membencimu." "Diam Jefri. Pergi. Keluar dari ruanganku!" "Meski kau meneriakiku dan memintaku pergi, aku tidak akan pergi." "Kalau begitu aku akan menendangmu keluar!" "Raffi apa kau tahu sikapmu sekarang sudah sangat berubah?" Orang yang bersama Raffi memang merasa temannya ini sudah tidak lagi seperti Raffi yang dulu. "Kau yang

