"Bagaimana kau bisa membuat anak itu dekat denganmu?" Selepas Mutia melambaikan tangan dan dia berpisah dengan murid spesialnya, Jojo yang ada di sampingnya sudah berbisik di saat dia ingin membalikan badan kembali ke kursinya. "Aku tidak tahu. Tapi kurasa anak itu hanya butuh untuk didengar dan diajak bicara saja." Mutia tidak tahu alasan lain apa yang harus diberikan. Karena sekarang pikirannya justru mengarah ke sesuatu yang tak ingin dipikirkannya. “Mutiara. Apa memang arti nama itu se-sedih itu ya? Sebagai lambang sakit dan kesedihan tapi terlihat indah karena luka-lukanya? Ah aku tidak tahu lah.” maunya Mutia sih tidak memikirkan itu tapi sesuatu di dalam hatinya memang membuat dirinya merasa sedikit sakit dan tak enak. “Lupakan Mutia. Percuma kau sudah berusaha sampai sejauh in

