TAK TENANG

1099 Kata

"Nggak perlu ngelamar. Langsung diterima juga bisa. Tapi kenapa? Kamu nggak betah di sini?" Mutia itu sudah dianggap anak di keluarga Rusli. Tentu saja Fahmi tidak akan membiarkan Mutia melamar dan repot-repot menyusun semua urusan itu. Di manapun Mutia ingin bekerja di perusahaannya itu akan diwujudkan olehnya. “Nggak sih, sebenarnya betah. Banyak anak kecil terus aku suka banget main sama mereka. Sesuai sama yang aku mau jadi psikolog anak. Tapi nggak tahu ya Kak Rusli." MUTIARA Lagi-lagi suara seorang anak kecil yang menyebutkan namanya itu membuat Mutia kembali terngiang. "Ada yang membuat kamu nggak enak di sana?" Dan jelas melihat sikap Mutia yang membuat Rusli berpikir macam-macam. "Kalau kamu emang udah nggak nyaman di sana ya udah nggak usah kerja lagi di sana. Besok gak us

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN