"Udah stop sampai sini. Jangan ikutin aku lagi!" "Nggak bisa, Ra! Kalau aku nggak masuk, dia pasti nanti ngelihat dari bawah. Dan dia bakal ngejar aku lagi! Cepet minggir dulu!" Obrolan keduanya ini tentu saja berbisik-bisik ketika sudah ada di depan kamar Mutia. Dia tak mau mengizinkan pria yang ada di hadapannya masuk kamarnya cuma memang Rusli berusaha menghindari Nola. "Pajak masuk kamar!" bisik Mutia "Tadi kan udah aku beliin underwear banyak. Masih aja malakin aku!" Bukannya memberi sesuatu di tangan Mutia yang sudah terbuka, justru Rusli hanya menepuk tangan itu dari atas menggunakan tangannya dan tanpa malu-malu tiduran di kasurnya Mutia. "Kak Rusli, awas! Ah, aku capek, aku mau tidur. Jangan di situ. Ah!" "Sini tidur berdua, biar aku peluk!" "Siapa juga yang mau. Cepetan

