"Eh, apa? Keren banget Nola! Masa anak keterbelakangan mental bisa main piano?" Rena ini kan memang pikirannya selalu saja banyak positifnya, jadi dia melihat ini bukan dengan sesuatu yang buruk. Meski sebenarnya Nola mengatakan ini dari mimik wajahnya, Mutia tahu respon yang diharapkan oleh wanita itu bukan seperti yang diberikan Rena. "Ehm, bukan hanya keterbelakangan mental Tante. Tapi dia juga punya penyakit kejiwaan. Bipolar. Jadi, ya gitu deh!" Bahkan di sini Nola juga sedikit berkedip dengan wajahnya yang menunjukkan senyum tapi bukan sebuah senyum yang menenangkan hati. "Kamu gurunya?" Dan Mutia kurang suka. Namun sekarang memang sikapnya seperti ini jika dia tidak menyukai sesuatu, dia akan bertanya secara frontal seperti ini. "Eh, iya. Aku gurunya Ara." Nola bukan kenalan

