"Raffi tunggu dulu." Sementara itu di sisi lain di rumah itu setelah Raffi meninggalkan ruang tamu kediamannya, dia berjalan menuju ke arah sebuah kamar. Dan di sana seorang wanita mencoba mengejarnya. "Jangan ikuti aku." Raffi melarang tegas. Dia kebetulan berhenti di dapur dan menatap wanita itu. "Raffi, tapi--" "Aku mau masuk ke dalam kamar, jadi jangan ikuti aku dulu sampai aku keluar." "Raffi itu kamar kita. Tempat kita berdua. Kenapa harus seperti ini?" PRAAANG. "Raffi, kau melemparku dengan piring?" "Aku sudah katakan padamu jangan ikuti aku dan aku tidak suka kau mendekat padaku!" Mata itu menatap tajam. Tak peduli dengan wanita yang kini matanya sudah berair dan berlinang air mata di pipinya juga, tapi Raffi yang tak mau wanita itu melangkah mendekat. Dia sudah mengambi

