'Dari senyum bayi lucu lah apa sih ini piala-piala kayak gini. Cuma ku lihat makin hari, Tiara terlihat semakin nggak bahagia. Mia kau ini tega sekali padanya!’ Jefri tak tahulah harus bagaimana menghadapi kesalahan yang dia buat dulu. Cuma sekarang yang pasti dia merasa berdosa pada bocah yang kini digendongannya. Bocah yang seharusnya masih bisa disayang oleh kedua orang tuanya karena usianya masih sangat kecil dan mungkin di kamarnya bukan ada piala tapi berserakan mainan, justru tak ada di sana. Mainan Tiara terlihat sangat sedikit sekali. Yang ada di kamarnya itu justru piano kecil, mie khusus untuk menyanyi profesional, buku-buku cerita dan buku science untuk anak, lalu beberapa keperluan alat olahraga, termasuk ada papan catur untuk anak. Kamar itu sangat rapi sekali untuk kama

