"Aku tidak perlu advice darimu!" Tak ada lagi yang diucapkan oleh Raffi. Dia turun dari mobil meninggalkan Jefri yang masih di dalam mobil itu dan masih berpikir apakah dia harus pergi sekarang atau tetap menunggu dulu. Matanya memang masih mengawasi Raffi yang berjalan menuju ke pintu rumahnya sendiri. "Halo, Sayang!" Dan seorang wanita mencoba tersenyum untuk menyapa Raffi dengan suaranya yang terdengar lembut, wajahnya yang berusaha ditunjukkan tampak sangat ramah sekali. Penuh harap saat matanya bertatapan dengan Raffi. "Pas sekali kamu pulang kita juga baru pu--" Tapi ucapannya terhenti karena saat ini kondisi memang sedikit membingungkan. "Suamiku tung-" "Stop mengatakan kata-kata itu!" Dengan jari telunjuknya mengarah pada seorang wanita, Raffi yang tadi sudah melewati wani

