"Raffi, tega sekali kau bicara begitu?" Kata-kata itu adalah yang paling kasar yang diutarakan oleh Raffi dan sungguh membuat Jefri kaget. "Lalu aku harus bilang apa? Memang kenyataannya hanya di atas kertas!" Raffi tak mau ambil pusing dia sudah masuk ke dalam mobilnya dan menunggu Jefri. Karena pria itu memang yang menyetir mobilnya. "Raffi, kau berubah. Kau tidak seperti ini dulu. Tapi sekarang kau sudah sangat kelewatan!" Di dalam mobil, Jefri belum melajukan mobil itu tapi dia sudah bicara lagi. Dia menengok pada Raffi dan tak peduli kalau sahabatnya itu tidak ingin membicarakan ini. "Aku tahu kau sangat mencintai Mutia." Tapi memang ini harus dibahas karena Jefri melihat sesuatu yang tidak bisa dibiarkan olehnya terus-terusan. "Tapi dia sudah tidak ada di sini Raffi." "Dia

