"Kak Rusli!" Wajah Mutia tentu saja langsung memerah mendengar jawaban dari Rusli. Rasanya ini bukan obrolan yang harus dibahas di depan umum. Kapan Rusli mengatakan ingin belanja yang tadi disebutnya? Mutia tak merasa pernah membahas itu. "Iya memang benar aku mau cari itu kan, Ara? Kok kamu kaget gitu?" Dan biasalah. Rusli tanpa rasa bersalah menjawab tanpa beban. "Iya tapi kan Kak--" "Tapi kan apa?" Rusli malah menggoda lagi dan membuat Mutia makin gemas campur aduk dengan kesalnya. "Aaaw, aw, aw, lepasin dong, cubitannya sakit banget nih! Adu, duuuh Ara!" Rusli meringis karena Mutia refleks memasukkan tangannya ke dalam jas Rusli dan mencubit di pinggang Rusli. "Habis ngomongnya Kak Rusli nih sembarangan aja!" "Hehehe! Aku kan udah ngebahas masalah underwear-ku loh di rumah

