NIATNYA MAU MARAH

1080 Kata

"Ssh." "Sudah jangan meringis dong Ara, kan aku dapat bunga ini nggak mahal sih. Gratis malahan. Jadi nggak ada alasan dong kalau kamu nggak menerima?" "Ampun." Mutia tak tahu lagi kata apa yang harus dilontarkannya melihat kelakuan Rusli ini. "Eh, bener loh, kan aku bersusah payah meninggalkan harga diriku, hilangkan rasa maluku untuk dapetin bunga ini ke pelayan tadi. Dan aku cari bunga yang gratis supaya kamu nggak ngomel-ngomel kalau aku pakai uang buat beli bunga soalnya kata kamu itu pemborosan." Mutia tak tahu harus menjawab apa, tapi dia memang belum mengambil bunga itu dari tangan Rusli dan justru menyandarkan punggungnya di sandaran kursi karena malas. Dari tatapan Mutia sudah terlihat kalau dirinya sedang menahan kesal dan dua orang di hadapannya tentu saja bisa tahu itu j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN