Bab 71

1589 Kata

Hampir setengah jam Adnan terbangun. Akan tetapi, belum ada niat sedikitpun untuk beranjak dari atas ranjang. Karena pergerakannya bisa membuat Adara yang kini masih tertidur berbantalkan lengannya terbangun. Adnan memilih untuk memeluk dan mencium bahu mulus sang istri. "Mmhh, jangan menggoda," gumam Adara. Saat merasakan kecupan Adnan mulai terasa basah dan semakin menjelajahi punggung polosnya. "Aku tidak menggoda, Sayang … hanya saja, aku sedang membangunkan permaisuriku yang sedang tidur." Semakin merapatkan tubuhnya pada Adara. Sehingga kulit mereka saling bersentuhan di bawah selimut tebal yang kini menghangatkan mereka. "Kalau memang hanya itu tujuanmu, kamu sudah berhasil. Kamu lihat, kedua mataku sudah terbuka sangat lebar." Membalikkan tubuhnya, dan membelai rahang tegas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN