Bab 70

1275 Kata

Adara yang tengah tertidur lelap terkejut mendengar suara penggilan masuk pada ponselnya. Sebelum meraih ponsel yang ada di atas nakas, ia melirik jam yang menggantung di dinding terlebih dahulu. "Setengah dua belas malam," gumamnya. Ia sedikit penasaran siapa yang menghubunginya tengah malam seperti sekarang. Yang pasti bukan Adnan. Suaminya itu tidak akan pernah mau mengganggu istirahatnya. Dalam keadaan setengah sadar, Adara mengangkat panggilan tersebut. Panggilan yang ternyata datang dari Jesi. "Jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang sedang kau rencanakan," ucap Adnan datar. Dengan posisi masih telentang, dan kedua mata yang tertutup. Sontak saja suaranya itu membuat Jesi yang duduk di tepi ranjang terhenyak. Ia bergegas berdiri dengan tatapan nyalang kepada Adnan. Begitu jug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN