Adnan dan Adara masih berkutat dengan file dan laptop yang ada di hadapannya. Mempelajari hal dasar terlebih dahulu. Sebelum Adnan masuk ke bagian paling rumit tentang perusahaan. Terlalu bersemangat dalam belajar, Adnan dan Adara memilih makan siang di sela-sela kesibukan mereka tersebut. Tidak lama kemudian, Ryan datang menemui Adnan. Seperti biasa. Untuk melaporkan tentang perkembangan gerai mereka. Sekaligus meminta izin agar Melisa bisa ikut bekerja dengan mereka di gerai tersebut. "Ah, ternyata kamu sedang sibuk." Ryan ikut duduk di hadapan Adnan dan Adara. Sambil mengeluarkan pembukuan gerai martabak dari dalam ranselnya. "Tidak terlalu sibuk, sih, Yan. Kenapa?" sahut Adnan. "Seperti biasa, Nan. Aku ingin laporan." Menyodorkan beberapa buah nota dan buku bulanan kepada Adn

