Bab 60

1986 Kata

"Maaf menunggu lama." Adnan duduk di depan Jesi. Menggantikan tempat yang tadinya ditempati oleh Adara. Jesi terpukau. Melihat tampilan sederhana dari Adnan. Tanpa setelan jas dan sepatu pantofel. Yang ada hanya baju kaos lengan pendek yang menutupi tubuh kekarnya. Serta celana katun selutut berwarna coklat muda, sebagai pelengkap penampilan pria itu siang ini. Membuat Jesi semakin terpesona melihat penampilan Adnan. Dan lihatlah, d**a bidang milik pria itu, terlihat begitu nyaman bila dijadikan tempat bersandar. "Jes …," seru Adnan lagi. Karena Jesi hanya diam memandangi dirinya. Seperti kucing yang melihat tumpukan ikan goreng. "Ah, ya, Pak." Memperbaiki cara duduknya. Dengan sedikit menegakkan punggung dan melipat kakinya. Agar Adnan bisa melihat paha mulus yang ia miliki. Namun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN