Bab 42

1117 Kata

Masih hening. Padahal Rere dan Ryan sudah keluar lima menit yang lalu. Namun, Adara dan Adnan masih saling diam. Detik selanjutnya, Adnan menggenggam tangan Adara dengan erat, dan mencium punggung tangan istrinya itu. Seraya berkata. "Aku minta maaf belum bisa menjadi suami yang baik untukmu." Wajah Adara terangkat. Melihat lurus ke dalam manik hitam milik Adnan. Di Sana, ia bisa melihat ketulusan dan kesungguhan di balik kata yang terucap dari bibir suaminya itu. "Kenapa kamu yang meminta maaf, Nan? Bagiku kamu sudah lebih dari kata sempurna. Akulah yang seharusnya meminta maaf padamu. Dari awal pernikahan kita, aku tidak pernah menganggap kamu ada." Adara meletakkan jari telunjuknya di bibir Adnan. Saat ia melihat sang suami ingin mengatakan sesuatu. Tapi, Adara menghalangi. Har

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN