Adnan tidak pernah berhenti menghela nafas berat. Ia begitu khawatir dengan Ryan saat ini. Sekaligus tidak menyangka temannya itu bisa melakukan hal buruk kepada Melisa. Beberapa menit yang lalu, Adnan mendapatkan pesan singkat dari Ryan. Sehingga ia terpaksa meninggalkan pekerjaannya. Karena menurut Adnan, sekarang Ryan lah yang lebih penting. [Nan, aku dan Melisa digrebek warga. Sore ini juga kita dipaksa untuk menikah. Kamu segera datang ke gerai. Siapa tahu ada diskon. Emoticon menangis.] "Jangan katakan kamu melakukannya karena patah hati, Yan. ya, Tuhan … sejak kapan dia menjadi m***m begini," gumam Adnan. Tetap fokus pada jalan yang ia lalui. Tidak jauh berbeda dengan Adara. Ia terhenyak membaca pesan singkat dari Adnan. Yang memintanya segera membeli mahar pernikahan. Untuk p

