"Jangan katakan kamu datang dari tempat Rere. Dan gadis itu mengusirmu, seperti waktu itu." Adnan melemparkan satu buah minuman kaleng kepada Ryan. Yang baru saja datang untuk mengunjunginya. Lihatlah. Wajahnya ditekuk, dengan dahi yang banyak kerutan. Dengan gerakan cepat Ryan segera menangkap kaleng tersebut. "Apakah kamu percaya ada cinta yang bisa hadir dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan cinta itu hadir pada sepasang anak manusia yang baru saja bertemu?" Ryan menyesap minuman kaleng yang tadi diberikan Adnan padanya. Adnan ikut duduk di samping Ryan. Ikut membuka satu minuman kaleng untuknya. Sebelum meneguk minuman tersebut Adnan berucap, "Aku percaya. Dan aku tahu kemana arah pembicaraanmu, Yan." Adnan meletakkan kaleng minumannya, setelah meminum separuh isi kaleng tersebut.

