Sudah cukup lama Rere terpaku di hadapan sebuah cermin, yang ada di dalam kamar mandi. Niatnya untuk mencuci muka sebelum bertemu dengan Marcel, tiba-tiba saja urung ia lakukan. Rere malah memperhatikan perutnya, yang kini tertutup oleh kemeja berwarna putih bersih. Di telinganya, terngiang hujatan dari beberapa orang karyawan tentang kejadian tempo hari. Bahkan mereka menuduh janin yang kini menumpang hidup di dalam rahimnya, bukan anaknya Marcel. Melainkan Okta. Apakah kamu juga akan berpikir sama seperti mereka, Cel? Jujur, saat ini aku takut bertemu denganmu. Aku takut memberitahukan padamu, ada buah cinta kita yang tumbuh di dalam rahimku. Aku takut kamu menolak kehadirannya. Cel, aku rindu. Kedua mata Rere terpejam. Ia kembali menimbang untuk datang atau tidak ke tempat sang su

