Ke esokan hari, Aristela telah sadar dari pingsannya, itu pun di jam 9 pagi dan saat terbangun dia merasa lapar. Aristela bergerak dan berusaha bangkit dari ranjang, seketika ia merasa sentuhan di lengannya dan orang yang membantunya adalah sang papah, juga sang mamah. "Pah, Mah, kenapa kalian bisa di sini?" tanya Aristela kebingungan, padahal dia mengira bahwa dirinya akan sendiri akibat menjalani hukuman. "Kamu jangan banyak bergerak dulu karena kamu baru saja bangun, ada yang ingin kamu butuhkan, Nak? Atau kamu sedang lapar?" tahan Adibal dan bertanya pada Aristela. Aristela mengangguk karena perutnya sedang keroncongan pagi ini, Cahyani segera bergerak dan mengambil makanan di dapur karena dia sudah memasak tadi pagi. Ketika keluar, Cahyani segera memberitahu para putranya jika si A

