24

1036 Kata

Minggu, 6 Maret 20xxAnthea duduk di bangku taman yang sepi sore hari. Dia menatap langit di atas kepalanya, mulai menggelap bukan karena sebentar lagi matahari turun. Bukan. Ini pertanda hujan yang akan turun. Anthea membuka tasnya, bernapas lega saat dia menemukan payungnya ada di sana. Anthea kembali menutup tasnya. Duduk menunggu seseorang yang berjanji akan datang menemuinya.Lima belas menit Anthea menunggu dan sosok itu akhirnya datang. Tanpa kata maaf dan mengambil tempat di samping tubuhnya. Anthea memberikannya senyum, senyum yang biasanya mampu meluruhkan rasa lelah di wajah pria itu. Namun sayangnya, dia tidak berhasil. Senyum Anthea pudar saat sepasang mata gelap itu menatapnya dingin."Sai, apa terjadi sesuatu?"Sai diam. Dia memandang pohon apel besar yang buahnya bermekaran di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN