Anthea duduk di kursinya. Memainkan pulpennya dan membantingnya di atas meja dengan keras hingga membuat kepala Celin menoleh padanya. Celin memandang Anthea yang sibuk dengan lamunannya sendiri. "Anthea?" Anthea menoleh. Mendapati Celin berjalan ke arahnya. "Kau baik-baik saja?" Anthea menatap mata perak Celin. Dia ingin berteriak, dia ingin menangis. Pikirannya kacau. Dia tidak bisa berpikir dengan baik. Tapi dia tidak bisa. Celin tidak boleh ikut merasakan kesedihannya. "Aku baik-baik saja." Celin menatapnya selidik. Seolah-olah Anthea baru saja menyembunyikan fakta baru. Dia ingin bertanya tentang Sai, tapi Celin memilih untuk diam. Menghela napas, Celin kembali ke mejanya. Membuka lacinya dan memberikan Anthea sebuah undangan cantik berwarna ungu. "Dari Callia," Celin

