Kamis, 6 Desember 20xxAnthea memandang foto polaroid yang berhasil dicetak diatas meja dengan senyum puas. Tatapan matanya berbinar cerah ketika dia memandangi satu-persatu hasil kegiatan random mereka yang berhasil Anthea abadikan dalam sebuah gambar. Dia tersenyum, mengulurkan jemarinya di atas salah satu polaroid itu dan mengusapnya lembut seolah-olah itu adalah benda rapuh dan mudah rusak jika dia menyentuhnya dengan kasar.Ketukan di pintunya terdengar. Tiga kali ketukan dengan nada tak sabar. Anthea mengulum senyumnya sembari berjalan hendak membukakan pintu. Tangannya menyentuh gagang pintu dengan senyum tertahan dan semuanya lenyap sudah ketika menemukan sosok pria yang berdiri dengan senyum manisnya dan seikat bunga."Hai." Suaranya datar tapi Anthea tidak bisa menyembunyikan senyum

