Anthea berjalan melewati ruang UGD dan berhenti saat dirinya melewati lorong ICU. Kepalanya menoleh terkejut saat jendela ICU itu tiba-tiba terbuka lebar, menampilkan sosok Matteo Sai yang terbaring lemah di atas ranjang dengan alat-alat yang menancap di tubuhnya. Kepalanya diperban dan Anthea melihat selang oksigen di hidung pria itu. Mata Anthea menutup sempurna. Dia mendengar ada pintu terbuka dan seorang dokter keluar dari dalam ruangan dengan wajah lelah. Anthea mengusap wajahnya yang tiba-tiba memerah karena isakan, dia menghampiri dokter itu dengan napas memburu. "Apa yang terjadi?" suaranya bergetar. Tertelan rasa takutnya sendiri. "Kenapa dirinya ..." "Anda keluarganya?" Kepala Anthea refleks mengangguk. Dokter itu menghela napasnya. "Kecelakaan jam lima sore. Dia kritis bers

