Mata Anthea mulai menggenang, dia menunduk, menatap karpet tebal dibawahnya dengan lirih. Jawaban Gale ... entah mengapa membuatnya sakit. "Kau tidak bisa bersamanya." Gale tersenyum. "Memang tidak." Callia mendesis sinis. "Kenapa kau begitu yakin kalau kau akan bersamanya? Kenapa kau begitu yakin Anthea mau bersamamu?" "Aku pernah berharap pada seseorang, tidak bolehkah aku melakukannya lagi?" "Dia mencintai Sai, sangat mencintainya." "Dan kau?" Anthea mendengar suara Callia yang terisak. "Aku mencintainya. Sangat mencintainya." Anthea terdiam, tubuhnya bergetar dibalik dinding dingin itu. "Aku tidak akan berpisah darinya, tidak akan!" Anthea menatap lorong dengan pandangan nanar. Air mata turun membasahi pipi kirinya lebih dulu. Membuat Anthea tersadar dan segera menghapusnya

