Diam

891 Kata

Nayra masih tak habis pikir, kenapa bu Mirza bisa begitu. Apakah dia terlalu membenci Nayra, sampai dia tega merencanakan perbuatan buruk itu. Nayra kembali mengemas barang-barangnya. Keadaan ibunya sekarang sudah membaik. Dia akan kembali kerumah suaminya sekarang. Nayra menekan bel beberapa kali. Berharap akan ada yang segera membukakannya pintu. Tak lama kemudian, Zayra membukakan pintunya. "Nayra, Masuk." Ucap Zayra tersenyum "Assalamualaikum." Ucap Nayra "Waalaikumsalam." Jawab Zayra. Nayra melihat kedalam. Tapi, tak ada sosok Farzan didalamnya. Nayra segera masuk dan berbaring dikamarnya. Dia pikir, Farzan pasti masih dikantor. Tanpa dia sadari, dia sudah tertidur selama dua jam. Hampir saja dia melewatkan waktu ashar. Nayra segera mengambil wudhu dan menunaikan shalat. Jam s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN