Gelisah

808 Kata

Nayra mengemasi barang-barangnya. "Kok cemberut gitu sih mas? Aku dirumah ibu cuma dua hari saja." Ucap Nayra "Aku tahu, tapi andai saja aku bisa ikut, aku akan lebih tenang." Ucap Farzan. "Mas, disini masih ada Zayra. Bukannya aku gak mau ngajak kamu. Tapi, kasihan Zayra kalau sendirian." Apalah daya seorang Farzan, karena sekarang Zayra sedikit tidak sehat. Dia selalu mual dan muntah-muntah. Akhirnya, dia harus bersama Zayra dalam dua hari ini. Farzan mengantar istrinya kedepan gerbang, sampai dia tak terlihat dipandangan matanya. Entah mengapa, dia sedikit Gelisah dengan keadaan ini. Walaupun sekarang dia sudah menerima Zayra dalam hidupnya. •• Nayra menatap dua orang yang terlihat bersama dalam kejauhan itu. Matanya tak salah lihat. Itu adalah Risa, adiknya dan Azriel. Nay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN