Setelah pulang dari luar kota, Farzan langsung menuju butik Nayra. Dia juga sempat membawa bunga mawar putih untuk Nayra. Dia ingin tahu, bagaimana reaksi Nayra setelah tahu kalau dia datang. Farzan melihat Nayra yang sedang menutup Butik dan sepertinya hendak pulang. Nayra tampak tak bersemangat. Kepercayaannya kini mulai musnah. Sebenarnya dia ingin berbaik sangka. Jika memang kedua orang tua Farzan berhalangan hadir, kenapa Farzan tak memberitahunya? Padahal Nayra sudah menyiapkan segalanya. Dia juga sudah menunggu selama sehari, sampai ia tinggalkan segala aktifitasnya. Nayra melangkah, namun dia berhenti ketika melihat Farzan yang berdiri didekat mobilnya sambil memegang bunga mawar. "Nayra.." ucap Farzan. Nayra diam. Lidahnya sepertinya kelu, dan tak tahu harus bagaimana. Farzan

