Keikhlasan Hati

946 Kata

Pesta pertunangan itu berjalan dengan lancar. Tapi, diam-diam Nayra melihatnya dari kejauhan. Air matanya mulai jatuh. Dia Ikhlas, tapi tangisnya itu merupakan suatu rasa bahagia karena sahabatnya itu akan segera menikah. "Nay, kamu kenapa nak?" Tanya ibunya. "Gak bu. Nay mau cuci piring dulu ya?" Nayra segera menghindar dari ibunya agar ibunya tidak bertanya tentang dirinya. Saat mencuci piring, tiba-tiba ada yang masuk menuju kamar mandi. "Zayra, selamat ya?" Ucapan Nayra terpotong karena melihat Farzan yang berada didepan matanya. Farzan menatap Nayra sekilas. Setelah itu dia pergi. "Bi, kamar mandi sebelah mana?" Tanya Farzan. "Disana, den." "Bu, Nayra sedikit pusing. Nay, pulang dulu ya? Piringnya udah dicuci kok " "Yaudah. Pulang dan segera istirahat." Nayra segera menuj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN