Bab 39 - Dunia Yang Berbeda

1048 Kata

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Rindu ini tak akan pernah menemukan tepi Mario membuka pintu kamar, keheningan langsung menyapa setiap aliran tubuh. Tidak akan ada lagi sosok wanita yang menunggunya di tepian ranjang dengan senyum merekah di bibir ranum. Harum semerbak sampo dan sabun yang beradu tak akan menyambut indera penciumannya lagi. Seiring dengan langkahnya menuju ranjang, kata-kata mertuanya kembali terngiang di telinga. Dulu, sewaktu Aiza masih duduk di bangku sekolah dasar sampai sekolah menengah awal, dia selalu diganggu oleh anak-anak lelaki. Bukan hanya yang sebayanya, setiap ada tamu yang datang ke rumah kami, kerap memuji-muji Aiza tentang rupa wajahnya. Saya sebagai ibunya tidak bisa terima kalau Aiza banyak dikagumi orang-orang, saya takut setelah dewasa nanti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN