Bab 30 - Pergi Tanpa Pamit

1905 Kata

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Pesan paling manis dariku. Jangan pernah meninggalkan salat. "Akhir-akhir ini saya melihat interaksi antara Ayah dan ibumu semakin membaik. Ayah pun tidak mengganggu saya lagi. Semoga selalu seperti itu." Mario dan Aiza sudah berada dalam perjalanan pulang setelah selesai membeli perlengkapan Abyan yang mungkin sudah sempurna. "Aku kurang yakin dengan Ayah. Aku masih merasa dia tidak berubah seratus persen." "Buanglah pikiran buruk itu, kita tidak boleh memiliki prasangka jelek, tuan Mario. Apalagi kepada Ayah sendiri." "Entahlah, aku juga tidak tahu mengapa masih merasa janggal." Sebetulnya Aiza juga merasakan hal yang sama dengan Mario. Namun Aiza tidak mau terlalu memikirkan hal itu, ia ingin menapis segala pikiran buruk, berprasangka baik m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN