Bab 33 - Mimpi - Mimpi

1796 Kata

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Emosi berlebihan bisa menghancurkan segalanya. Setelah berjuang melepaskan ikatan tali, akhirnya usaha Aiza tidak sia-sia. Dalam keadaan lapar, pusing, mual, Aiza berhambur ke pintu. Berusaha untuk membuka pintu. Namun sangat disayangkan, tempat ini sangat tertutup. Punggung Aiza merosot di papan pintu, ia menangis putus asa. Ruangan ini begitu pengap. Aiza butuh bantuan. Tapi ia sadar, di sini tidak ada siapa-siapa. Ada Allah. Ada Allah. Ada Allah. Sisi baik Aiza berkata demikian. Akhirnya Aiza tahu apa yang harus ia lakukan. Salat. Hanya dengan begitu ia bisa merasa lebih dekat dengan Allah. Hanya dengan begitu Allah akan berada tepat di dekat tubuhnya. Tidak ada air sama sekali, Aiza memutuskan untuk bertayamum. Dia butuh berdialog deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN