بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Aku merindukan niqab-ku. Juga dengan dia. Sebelumnya Eliza memang sudah tahu masalah tentang perjanjian satu bulan yang Aiza ikrarkan dengan Claudia. "Benarkah Aiza melakukan ini? Ibu tidak percaya." Eliza meletakkan kembali kertas tersebut ke atas meja. Melempar pandangan kepada Mario. "Ibu belum tahu siapa Aiza? Dia perempuan yang terlalu pengecut." "Kamu tidak bisa berprasangka buruk seperti itu. Tidak baik." Mario sudah kehilangan arah. "Dulu saja, sewaktu Ayah meminta dia untuk menikah dengannya, Aiza menerima tawaran itu dengan satu imbalan. Padahal aku sudah membujuk dia, tapi Aiza tetap bersikeras untuk menikah dengan Ayah. Tapi pada akhirnya apa? Di saat pernikahan itu berlangsung, Aiza menyesal. Dan beruntung aku berhasil menghentika

